Bagaimana cara membuat koperasi?

      Artikel ini kami dedikasikan bagi para kaum pemalas maupun intelektuil yang hanya selalu bertanya “bagaimana sih caranya bikin koperasi?” tanpa peduli pelaksanaan nilai – nilai didalamnya ataupun mendidik dirinya sendiri untuk mencari tahu lebih di dunia nyata.     Kami telah merangkum langkah – langkah  berdasarkan pengalaman Raul Akamsi yang dibutuhkan untuk Read more about Bagaimana cara membuat koperasi?[…]

Celengan Bambu Seribu

Sama- Sama Berhitung. Awal tahun 2018 para politisi lagi sibuk-sibuknya berhitung. Berhitung siapa duluan yang paling banyak pasang BALIHO dipinggir jalan agar dikenal rakyat dengan slogan untuk Indonesia. Menurut konsultan politik mereka, siapa cepat – dia dapat suara rakyat, meskipun nyolong start pertandingan dan baru saja katakan peduli sama rakyat. Di desa Ketanda, Sumpiuh, Banyumas, Read more about Celengan Bambu Seribu[…]

Beda Gaya Co-working Space : BAKUSAPA

  Jika sedang mencari tempat yang bagus untuk bekerja, berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan mengembangkan bakat, mari kita ciptakan Co-working Space atau “Ruang Kerja Bersama”. Caranya dengan saling berbagi sebuah “Ruangan” sebagai “Hub” pusat kegiatan ala kantor yang menyediakan kebutuhan standard seperti free wifi, scanner, printer, fax, ruang konferensi, library hingga personal locker.   Co-working Space tentunya Read more about Beda Gaya Co-working Space : BAKUSAPA[…]

PRESS RELEASE: SEMINAR PAJAK DAN KOPERASI UNTUK KEADILAN, JAKARTA 23 FEBRUARI 2016

Di tengah upaya pencapaian target pajak pemerintah yang kedodoran dan kelesuan ekonomi, koperasi dan usaha kecil saat ini terasa semacam digencet pajak oleh Pemerintah. Sementara itu kondisinya menjadi ironis karena Pemerintah justru pada saat yang sama memberikan berbagai fasilitas pembebasan pajak untuk korporasi besar. […]

Taxatio, Ecce Homo!

Kebenaran itu bak Minerva—burung yang datangnya di rembang petang – demikian GWF Hegel,filsuf masyur Jerman, menulis di Philosophy of Right (1820). Sejarah kerapkali merupakan prasasti sang pemenang dan karenanya kebenaran sejati terlambat datang. Demikian halnya dengan pajak. Ketika sebagian besar orang tak suka, maka ia disembunyikan di bawah palung kesadaran. Padahal sejarah mencatat pajak bukan sekadar administrasi dan teknik pemungutan. Pajak adalah kisah tentang peradaban manusia. Bahkan Joseph Schumpeter berani menyimpulkan bahwa guntur peradaban dapat disingkap dari sejarah perpajakan. Tugas suci hari-hari ini adalah mengiris sejarah kuno hingga pertengahan untuk menimba inspirasi. Tugas yang diemban Janus – dewa bermuka dua dalam mitologi Romawi– yang menatap masa depan seraya awas melihat masa lalu.

Dari Babilonia hingga Romawi

Charles Adams dalam Fight Flight Fraud: The Story of Taxation (1982) mencatat bahwa sejarah pajak setidaknya dapat dilacak sejak 6000 SM, ketika Urukagina berkuasa di Babilonia. Saat itu muncul slogan “Kamu boleh punya Tuhan, kamu boleh punya Raja, tapi manusia takut pada Petugas Pajak”. […]

Koperasi dan Kontitusi

Muhammad Taufiq adalah Staf Ahli Menteri Koperasi dan UMKM RI. Pada periode kabinet sebelum ini, Taufiq adalah Wakil Menteri Koperasi dan UMKM RI. Selain aktif menjadi narasumber di berbagai kegiatan bertema koperasi, Taufiq juga menghasilkan banyak buku, jurnal serta makalah mengenai perkoperasian dan ekonomi berbasis kerakyatan.

[…]