Sambutan Ketua Kosakti

Ini adalah sambutan Ketua Umum Kosakti, Suroto, dalam launching Koperasi Trisakti Bhakti Pertiwi pada 30 November 2015 di Aula Kmementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Jl. Rasuna Said, Jakarta. Acara launching Kosakti ini, selain dihadiri oleh para anggota, juga oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, AAGN Puspayoga beserta staf.

Yth. Bapak AAGN Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM RI
Yth. Para Pejabat Eselon I dan II Kemenkop dan UKM RI, Staf Ahli, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM.
Yth. Prof. Dr. Sri Edi Swasono
Yth. Prof. Drs. Dawam Rahardjo
Yth. Ketua Pengawas KOSAKTI dan Anggota
Yth. Para tamu undangan serta sahabat-sahabat yang telah jauh dari luar kota
Yth. dan saya banggakan para anggota KOSAKTI dan juga seluruh pendukung gerakan ini

Assalamualaikum warhmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua

Pertama, perkenankan saya untuk mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri Koperasi dan UKM serta seluruh staf yang telah berkenan menyediakan ruang yang sangat nyaman ini untuk selenggarakan acara deklarasi gerakan KOSAKTI dan sekaligus diskusi tentang demokrasi ekonomi. Kepada Panitia khususnya yang dengan jerih payah telah siapkan kegiatan ini dengan penuh pengorbanan dan juga kerelaan pikiran dan tenaga.

Acara ini ada yang istimewa, terselenggara bukan berkat sponsor tapi semangat gotong royong yang penuh kekeluargaan. Ditopang oleh semangat kebersamaan yang luar biasa dari banyak pihak dari sumbangan material yang beraneka ragam. Ada yang persembahkan konsumsi rupa-rupa sampai dengan website www.kosakti.id. Semuanya diperuntukkan demi gerakan ini. Ini pertanda baik bahwa koperasi dan demokrasi ekonomi seperti yang menjadi perintah konstitusi itu penting bagi hidup kita. Mohon tepuk tangan yang bergairah atas seluruh semangat besar ini!

Bapak/Ibu dan saudara/saudari,
KOSAKTI ini adalah merupakan gerakan, bukan semata sebagai organisasi mikro koperasi. Gerakan ini awalnya diinisasi oleh para aktivis sosial, yang bergerak diberbagai bidang yang melihat adanya kondisi sosial ekonomi kita yang berkecenderungan semakin memburuk. Gerakan ini berangkat dari pernyataan tulus mereka yang ingin berikan langkah perbaikan nyata dalam berbagai hal, terutama untuk perbaiki ketimpangan sosial ekonomi yang sudah masuk dalam tingkat yang terparah sejak Indonesia merdeka, dimana kini kita telah berada dalam Rasio Gini 0,42.

Berangkat dari latar belakang itulah kemudian kami merasa bahwa koperasi sebagai sebuah organisasi yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan ekonomi secara berkeadilan itu penting artinya. Sebab kami yakin bahwa untuk jadikan bangsa Indonesia yang besar ini harus ada keadilan, kebersamaan dan juga kekeluargaan dan kegotongroyongan antar anak bangsa. Kita tidak boleh biarkan terjadi penumpukkan kekayaan bagi segelintir orang dan tapi kita biarkan begitu banyak anak bangsa lainya hidup papa. Kita tidak boleh biarkan segelintir orang kuasai bumi warisan nenek moyang kita ini dikuasai oleh satu dua orang saja sementara begitu banyak warga negara yang tak punya tanah sejengkal saja. Kita tidak boleh biarkan mereka yang hidup beruntung berlimpah pendapatan, sementara sebagian lainya hidup dalam kemelaratan.

Melalui gerakan KOSAKTI ini, melalui gerakan koperasi dan melalui jalan demokrasi ekonomi sebagaimana menjadi perintah Konstitusi maka kami mengundang seluruh anak bangsa untuk bergandeng tangan, untuk saling bantu-membantu, dan bangun solidaritas bersama. Seluruhnya demi bhakti kita pada Ibu Pertiwi yang kita cintai sepanjang hayat dan selama-lamanya.

Bapak/Ibu dan Saudara/saudari,
Dalam memulai gerakan koperasi dan demokratisasi ekonomi itu tentu tidak mudah. Kita mungkin akan dihadapkan pada banyak tantangan nyata. Mungkin sebagian mereka ada yang tidak suka, mungkin akan dicemooh karena koperasi itu selama ini dianggap sebagai aktifitas yang kecil-kecil, tangani hal-hal kecil, dan juga mungkin karena citra koperasi kita yang memang belum baik maka sebagianya lagi emoh dengan koperasi. Semuanya itu adalah sepenuhnya akan menjadi tantangan kita bersama, kita pasti dapat menghadapinya kalau kita bangkit dan maju bersama!

Bapak /Ibu dan Suadara/Saudari,
Koperasi kita hingga tahun 2014 jumlahnya sebanyak 209.344 dan kontribusinya bagi Produk Domestik Bruto ( PDB) tidak sampai 2 persen dari total PDB kita yang 10.535 Trilyun. Padahal setiap hari kita gaungkan kata koperasi sebagai soko guru ekonomi sebuah bangun perusahaan yang sesuai dengan demokrasi ekonomi sebagaimana jadi perintah konstitusi. Tapi Jangankan sebagai soko guru, sebagai pemeran utama, sebagai soko pinggiranpun kita belum. Kontribusi tersebut sama dengan ketika tahun-tahun awal ketika koperasi dirintis di saat jaman Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda pada akhir awal abad 20 lalu. Padahal trend yang terjadi di negara-negara-negara lain justru sebaliknya.

Koperasi secara perlahan telah bergerak menggeser perusahaan-perusahaan swasta kapitalis dan bahkan diantaranya ada yang telah menjadi bank terbaik, pengurusan hutan terbaik, berkontribusi di sektor perikanan dan pertanian terbesar di negara tersebut, menjadi pemimpin pasar di sektor ritel, asuransi, listrik, sampai dengan industri kreatif seperti koperasi fotografi, galeri, klub musik dan lain sebagainya yang banyak digerakkan anak anak muda. Koperasi di berbagai negara mulai berperan dan bahkan beberapa di antaranya menjadi pemeran utama dalam berbagai sektor usaha. Dari perbesar peranan usaha-usaha rakyat sampai kepada selenggarakan layanan-layanan publik. Koperasi berperan nyata dengan tunjukkan keunggulan sistemnya dibandingkan dengan perusahaan swasta kapitalis maupun perusahaan milik negara. Mereka mencegah mafia pangan dan enerji, mencegah kerusakan lingkungan yang didasari keserakahan segelintir orang, menghindarkan komersialisasi dan komodifikasi barang publik dan layanan publik.

Bapak/Ibu, saudara/saudari,
Kita saat ini hampir saja kehilangan semangat untuk bangkitkan kembali koperasi yang disebut sebagai basis ekonomi rakyat ini. Urat saraf kita hampir putus oleh racun bantuan, belas kasihan dan penindasan. Kita bahkan perlahan mulai disuruh melupakan bangun perusahaan yang sesuai dengan demokrasi perintah konstitusi ini. Ingatan kita ditutup dengan citra koperasi yang dibiarkan rusak sebagai rentenir yang berbaju koperasi, koperasi yang hanya jadi penyalur uang pinjaman, bantuan dan belas kasihan.

Anak-anak muda hanya dikenalkan dengan wajah koperasi yang kuno, kumuh dan didoktrin bahwa koperasi itu hanya urus bisnis kecil-kecilan. Sementara bisnis besarnya dirampas dan dirampok oleh segelintir orang kaya raya yang berkongkalikong dengan elit penguasa. Koperasi dibuang dari materi kuliah di sekolah sekolah,dan kampus-kampus. Kemudian ditingkat regulasi koperasi didiskriminasi, disubordinasi dan bahkan dieliminasi sehingga koperasi keluar dari lintas bisnis modern dan tidak dipahami.

Kini adalah merupakan era baru bagi koperasi Indonesia. Mari kita bangkit bersama. Kita jangan terus mau ditindasi. Kita harus revolusi total cara berkoperasi kita. Kita harus sampaikan kepada siapapun juga bahwa berkoperasi itu mudah, menguntungan bagi semua orang, dapat dilakukan oleh siapapun juga dan dalam keadaan kesulitan apapun juga. Bisa kembangkan koperasi di sektor apapun juga. Dari sektor produksi, distribusi, konsumsi, jasa. Dari mengurus hal remeh temeh mengorganisir kegiatan pesta perkawinan sampai urus masalah perlistrikan dan perminyakkan. Sebab dengan koperasi apa yang tidak kita bisa, secara bersama pasti bisa!

Bapak/Ibu/ Saudara/saudari,
Hidup kita hari ini benar benar dibiarkan dibawah cengkeraman mafia pangan, mafia enerji. Kita bahkan harus menanggung beban impor tinggi di sektor pangan dan energi serta produk industri yang sebetulnya bisa kita hasilkan sendiri. Kita telah salah kelola dan kita dininabobokkan oleh negara dan bangsa lain agar lupa dengan kekuatan sendiri, kita bahkan dibuat tergantung karenanya dan kita kehilangan kedaulatan kita, dan bahkan kita harus kehilangan cara kita berbudaya sendiri. Semua digerus ditiris habis.

Marilah kita bangkit bersama, kita jalin rasa kekeluargaan dan kegotong royongan sebagai bangsa Indonesia dengan bergandeng tangan bersama melalui koperasi ini. Mari kita hubungkan apa yang selama ini dipisahkan melalui koperasi. Mari kita gabungkan apa yang selama ini jadi kekuatan sendiri sendiri melalui koperasi. Mari kita jalin perdamaian dengan cara kerjasama koperasi. Mari kita perangi mafia pangan, enerji dengan hubungkan petani, nelayan, peternak, petambak, perajin, produk masyarakat adat dengan para pembelinya. Para buruh, pekerja kelas menengah, dan lain sebagainya. Mari kita hubungkan mereka yang punya uang, pemilik gagasan, dengan mereka yang hanya punya tenaga. Melalui kepemilikkan demokratis koperasi kita koreksi dan kendalikan pasar bersama sama.

Mari kita bersatu bersama dalam berbagai keragaman dan potensi yang kita miliki di koperasi. Mari kita wujudkan demokrasi ekonomi dan demokrasi politik itu nyata dalam keseharian kita! Mari kita bangkitkan kekuatan TRISAKTI dan mari kita bhaktikan semua untuk PERTIWI!

Demikian, akhirul salam,

Wassalammualaikum warahamatullahi wabarakatuh

Jakarta, 30 November 2015

Suroto
Ketua Umum KOSAKTI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *