Koperasi Pertanian Multipihak

Setiap musim panen tiba, harga hasil pertanian pangan—baik padi maupun palawija—selalu jatuh. Akibatnya, petani kehilangan motivasi untuk bertani. Tak jarang harga jatuh seperti pada cabai dan tomat. Bukan hanya di bawah harga pokok produksi, ongkos panen pun bisa lebih mahal daripada harga jual. Secara politis pemerintah mungkin diuntungkan karena bisa meredam isu lain, terutama sosial Read more about Koperasi Pertanian Multipihak[…]

Koperasi Pertanian Musti di Perkuat

 Saat ini terdapat tak kurang dari  209.000 primer koperasi.  Tapi kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto baru 1,7 persen. Jumlah koperasi kita terbanyak di dunia tapi peranannya jangankan sebagai sokoguru, sebagai soko pinggiranpun belum. Posisinya di sektor pertanian bahkan nihil. Padahal sektor pertanian itu adalah posisi strategis untuk bicara masalah kedaulatan pangan dan sistem pertanian berkelanjutan. Read more about Koperasi Pertanian Musti di Perkuat[…]

PRESS RELEASE: SEMINAR PAJAK DAN KOPERASI UNTUK KEADILAN, JAKARTA 23 FEBRUARI 2016

Di tengah upaya pencapaian target pajak pemerintah yang kedodoran dan kelesuan ekonomi, koperasi dan usaha kecil saat ini terasa semacam digencet pajak oleh Pemerintah. Sementara itu kondisinya menjadi ironis karena Pemerintah justru pada saat yang sama memberikan berbagai fasilitas pembebasan pajak untuk korporasi besar. […]