Taxatio, Ecce Homo!

Kebenaran itu bak Minerva—burung yang datangnya di rembang petang – demikian GWF Hegel,filsuf masyur Jerman, menulis di Philosophy of Right (1820). Sejarah kerapkali merupakan prasasti sang pemenang dan karenanya kebenaran sejati terlambat datang. Demikian halnya dengan pajak. Ketika sebagian besar orang tak suka, maka ia disembunyikan di bawah palung kesadaran. Padahal sejarah mencatat pajak bukan sekadar administrasi dan teknik pemungutan. Pajak adalah kisah tentang peradaban manusia. Bahkan Joseph Schumpeter berani menyimpulkan bahwa guntur peradaban dapat disingkap dari sejarah perpajakan. Tugas suci hari-hari ini adalah mengiris sejarah kuno hingga pertengahan untuk menimba inspirasi. Tugas yang diemban Janus – dewa bermuka dua dalam mitologi Romawi– yang menatap masa depan seraya awas melihat masa lalu.

Dari Babilonia hingga Romawi

Charles Adams dalam Fight Flight Fraud: The Story of Taxation (1982) mencatat bahwa sejarah pajak setidaknya dapat dilacak sejak 6000 SM, ketika Urukagina berkuasa di Babilonia. Saat itu muncul slogan “Kamu boleh punya Tuhan, kamu boleh punya Raja, tapi manusia takut pada Petugas Pajak”. […]